Selasa, 15-Sep-2026 : 04-29-18
Barito Utara / 15-09-2026, Jam 03:15:20

Bupati Shalahuddin: Jangan Tunggu Api Membesar, Karhutla Harus Ditangani Sejak Dini

 

STRESSING RAKOR PENANGGULANGAN KARHUTLA-Bupati Barito Utara H Shalahuddin didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis dan unsur FKPD saat menyampaikan stressing pada rakor penanggulangan karhutla di wilayah Teweh Selatan, Selasa siang (15/9/2026).(foto:Batarasatu)

 

Muara Teweh, Batarasatu – Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, S.T., M.T., menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kecamatan Teweh Selatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat memberikan stressing pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Teweh Selatan, Selasa (15/9/2026) siang.

Shalahuddin mengatakan, kondisi wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran harus menjadi perhatian bersama. Pemantauan, menurutnya, harus dilakukan secara aktif dan berkelanjutan sehingga setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Lakukan pemantauan secara aktif dan berkelanjutan serta jangan menunggu sampai api membesar baru kita bertindak,” tegas Shalahuddin.

Ia menegaskan, penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan komunikasi yang kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, BPBD, petugas pemadam kebakaran, Manggala Agni, dunia usaha, relawan dan seluruh unsur masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi mengenai potensi maupun kejadian kebakaran harus segera disampaikan dan direspons secara cepat, tepat serta terkoordinasi. “Dengan koordinasi yang baik, penanganan di lapangan dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mencegah api meluas,” ujarnya.

Bupati juga meminta seluruh unsur terkait tidak hanya bergerak ketika kebakaran sudah terjadi. Langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat.

Kesadaran masyarakat perlu dibangun mengenai besarnya risiko pembukaan lahan dengan cara membakar, baik terhadap lingkungan, kesehatan, keselamatan maupun kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Yang paling penting adalah upaya pencegahan. Kita harus membangun kesadaran masyarakat bahwa membuka lahan dengan cara membakar dapat menimbulkan risiko yang besar terhadap lingkungan, kesehatan, keselamatan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat,” kata Shalahuddin.

Apabila terjadi kebakaran, Bupati meminta seluruh unsur segera mengerahkan sumber daya yang tersedia. Kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang dan meluas.

Kepada para camat, kepala desa, lurah dan ketua RT, Shalahuddin meminta agar memastikan kesiapan wilayah masing-masing, termasuk personel, peralatan, jalur komunikasi serta mekanisme pelaporan dan respons cepat.

“Pastikan kesiapan wilayah masing-masing, termasuk kesiapan personel, peralatan, jalur komunikasi, serta mekanisme pelaporan dan respons cepat terhadap kejadian Karhutla,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh peserta Rakor untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT agar seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla diberikan kesehatan, umur panjang, rezeki yang berlimpah dan berkah serta kemudahan dalam menjalankan tugas.

Ia juga mendoakan agar seluruh cita-cita, pekerjaan dan rencana yang dilaksanakan mendapat ridha Allah SWT serta seluruh masyarakat Kabupaten Barito Utara senantiasa diberikan keselamatan, kebahagiaan dan kemuliaan di dunia maupun di akhirat.

“Semoga kita semua selalu diberikan keselamatan, kebahagiaan dan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dan ketika kita menutup mata dan menutup usia, semoga kita semua dalam keadaan husnul khatimah,” pungkasnya.(BT2)

 

 

 

© Batara Satu. All Rights Reserved. Designed by Smart Media