Gas Pertama Mengalir dari Lapangan Karamba, ISOG Perkuat Pasokan Energi Nasional
Balikpapan, Batarasatu – PT Indo Sino Oil and Gas (ISOG) mencatat pencapaian penting dengan berhasil mencapai Gas Pertama (First Gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur. Keberhasilan ini menjadi tonggak strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat pasokan gas untuk kebutuhan industri dalam negeri.
Produksi awal Lapangan Karamba mencapai 4 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd) dan ditargetkan meningkat hingga 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026. Gas yang dihasilkan akan memasok kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).
Direktur Utama ISOG, Tang Zhongfu, mengatakan keberhasilan tersebut menjadikan Karamba sebagai proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang dikembangkan dengan skema fast-track development.
“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lapangan Karamba memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) kategori proven and probable reserves (2P). Pengembangannya mencakup re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), jaringan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Sebelum memasuki tahap produksi, sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi dengan laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd, menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan prospek produksi jangka panjang yang menjanjikan.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengapresiasi keberhasilan ISOG yang mampu mencapai Gas Pertama sesuai target. Menurutnya, proyek Karamba menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, SKK Migas, dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) mampu mempercepat pengembangan sumber daya migas secara efisien.
Proyek Karamba memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan mulai onstream pada 24 Juni 2026. Selain meningkatkan produksi gas nasional, proyek ini juga mendorong optimalisasi infrastruktur eksisting, peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta membuka peluang pengembangan migas baru di wilayah onshore Cekungan Kutai. (BT2)