Naruk Saritani Dukung Inovasi Guru Barito Utara Lestarikan Cerita Rakyat Lewat Animasi
Naruk Saritani
Muara Teweh, Batarasatu – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Naruk Saritani, mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan Fitria Yunita, S.Pd.I., guru SMP Negeri 1 Muara Teweh, yang mengangkat cerita rakyat Kalimantan Tengah, Supak dan Gantang, menjadi media pembelajaran digital berbentuk serial animasi.
Inovasi yang berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 tersebut dinilai menjadi langkah kreatif dalam menggabungkan pembelajaran Bahasa Inggris dengan pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Saat dimintai tanggapan di Muara Teweh, Selasa (27/10/2026), Naruk Saritani menilai kreativitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman dapat membantu siswa memahami materi secara lebih efektif.
Ia menilai pemanfaatan cerita rakyat daerah sebagai bahan ajar memiliki nilai tambah karena siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengenal sejarah, nilai moral, dan kekayaan budaya yang tumbuh di lingkungan mereka sendiri.
Menurut Naruk, cerita Supak dan Gantang dapat menjadi sarana pembelajaran yang kontekstual, terutama dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa. Melalui media animasi, peserta didik dapat belajar kosakata, pelafalan, memahami alur cerita, serta mengembangkan keterampilan berbahasa dengan cara yang lebih menarik.
Ia juga memandang penggunaan teknologi AI dalam pembuatan media pembelajaran sebagai peluang bagi para pendidik untuk mengembangkan metode mengajar yang lebih inovatif. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, guru dapat menghadirkan materi pembelajaran dalam format digital tanpa harus meninggalkan tujuan utama pendidikan.
Meski demikian, penggunaan AI dalam dunia pendidikan perlu disertai pengawasan dan pertimbangan yang matang. Materi yang dihasilkan harus tetap memperhatikan ketepatan isi, kesesuaian dengan usia siswa, serta nilai-nilai budaya yang ingin disampaikan.
Naruk berharap prestasi Fitria Yunita dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain di Kabupaten Barito Utara untuk terus mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pembelajaran.
Ia juga berharap dukungan terhadap inovasi pendidikan terus diperkuat, sehingga semakin banyak tenaga pendidik yang mampu menciptakan metode belajar yang kreatif, relevan, dan bermanfaat bagi peserta didik.
Melalui inovasi serial animasi Supak dan Gantang, cerita rakyat Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus dikenal oleh generasi muda sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan berorientasi pada pelestarian budaya daerah.(BT2)