302 Hotspot hingga Agustus 2026, BPBD Barito Utara Catat 117 Kejadian Karhutla
Kalak BPBD Barito Utara, HM Ikhsan
Muara Teweh, Batarasatu – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara HM Ikhsan menyampaikan perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Selasa (1/9/2026).
Rakor tersebut dihadiri Bupati Barito Utara H Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekda Muhlis serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Barito Utara.
HM Ikhsan menyampaikan, berdasarkan data pembaruan kondisi karhutla per 17 Agustus 2026, tercatat sebanyak 117 kejadian karhutla dengan 302 titik hotspot dan total luasan lahan terbakar mencapai 101,19 hektare. “Barito Utara saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan,” kata HM Ikhsan dalam paparannya.
Status Siaga Darurat tersebut ditetapkan selama 60 hari, terhitung sejak 1 Agustus hingga 29 September 2026. Pemkab Barito Utara juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1144/BPBD/VIII/2026 tentang Instruksi Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kabupaten Barito Utara.
Menurut HM Ikhsan, kondisi meteorologis saat ini menunjukkan potensi peningkatan bahaya kebakaran. Karena itu, penanganan diarahkan pada sejumlah wilayah yang menjadi prioritas berdasarkan kejadian karhutla, hotspot, luasan terbakar, kondisi FWI dan curah hujan.
Wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru dan Teweh Tengah. Sementara Montallat menjadi prioritas pencegahan dan deteksi dini, sedangkan Gunung Timang dan Lahei menjadi wilayah prioritas deteksi serta verifikasi.
“Penentuan wilayah prioritas akan terus diperbarui berdasarkan perkembangan kejadian karhutla, hotspot, luasan terbakar, kondisi FWI, curah hujan dan kondisi lapangan,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, BPBD Barito Utara menyiagakan 150 personel yang dapat dimobilisasi, didukung 40 regu Masyarakat Peduli Api (MPA) dan tiga Destana. Penanganan juga dilakukan melalui pemadaman dini, patroli, operasi TRC, Pusdalops 24 jam serta koordinasi lintas sektor.
HM Ikhsan menegaskan penguatan koordinasi lintas sektor dan dukungan dunia usaha masih diperlukan untuk memperluas dukungan operasional selama masa Siaga Darurat.(BT2)