Minggu, 13-Sep-2026 : 01-01-50
Barito Utara / 26-08-2026, Jam 07:51:30

Penerbangan Masih Dibatalkan ke Muara Teweh, Akibat Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang

Muara Teweh, Batarasatu - Penerbangan dari dan menuju Bandara Haji Muhammad Sidik (HMS) Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, kembali dibatalkan pada Rabu (26/8/2026). Pembatalan tersebut menjadi hari kedelapan berturut-turut akibat tebalnya kabut asap yang mengganggu jarak pandang di kawasan bandara.

Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Muhammad Amrillah K, mengatakan penerbangan kembali tidak dapat dilakukan karena kondisi jarak pandang pada pagi hingga siang hari hanya sekitar 1.000 meter. "Hari ini, hari kedelapan penerbangan batal terbang ke Muara Teweh, akibat kabut asap kembali tebal," kata Amrillah di Muara Teweh, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, Bandara Haji Muhammad Sidik merupakan bandar udara visual yang membutuhkan jarak pandang sekitar 5.000 meter lebih agar penerbangan dapat berlangsung dengan aman.

Maskapai yang terdampak pembatalan penerbangan yakni Wings Air untuk rute Banjarmasin, Kalimantan Selatan–Muara Teweh. Sementara Susi Air juga melayani penerbangan Muara Teweh–Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya setiap Senin.

Amrillah juga mengatakan pihak bandara belum dapat memastikan penerbangan pada Kamis (27/8/2026). Informasi mengenai keberangkatan biasanya baru disampaikan pihak maskapai pada malam hari, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan jarak pandang."Untuk besok, kami ada info apakah ada penerbangan atau tidak, biasanya malam hari baru dikabarin dari pihak maskapai," ujarnya.

Ia menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Barito Utara masih berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di sekitar kawasan Bandara Haji Muhammad Sidik. "Dua hari lalu ada karhutla di kawasan atau di sisi luar Bandara Muhammad Sidik dan tadi malam juga terjadi kebakaran lahan di jalan masuk bandara, tapi berhasil dipadamkan," katanya.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang biasa menggunakan transportasi udara. Selama penerbangan dihentikan, jasa angkutan darat, khususnya mobil carteran dan travel menuju Banjarmasin, mengalami peningkatan permintaan.

Seorang sopir mobil carteran rute Muara Teweh–Banjarmasin, Jamin, mengatakan banyak warga menghubunginya untuk menggunakan jasa carter akibat tidak adanya penerbangan.

"Selama tidak ada penerbangan akibat kabut asap ini, banyak warga yang menelepon saya untuk dicarter ke Banjarmasin. Namun tidak bisa saya layani karena penumpang lain juga banyak menggunakan jasa saya, sehingga saya over ke teman lainnya," kata Jamin.

Perjalanan darat dari Muara Teweh menuju Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar 9 hingga 10 jam. Biaya carter kendaraan berkisar Rp1,4 juta hingga Rp1,5 juta, sedangkan tarif travel per penumpang berada di kisaran Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.(BT2)

 

 

BATARASATU

Jl. Laksamana Agung No. 12 a 0811540000, Barito Utara Kal-Teng

© Batara Satu. All Rights Reserved. Designed by Smart Media