Senin, 14-Sep-2026 : 03-07-09
Barito Utara / 20-08-2026, Jam 07:44:16

DPRD Barut Minta Pemkab Secepatnya Bangun Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan Sawah Petani

TINJAU LOKASI TANAMAN PADI-Anggota DPRD Barito Utara Ardianto saat meninjau lokasi tanaman padi yang kekurangan air di wilayah Trinsing Kiri Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kamis (20/8/2026).(Batarasatu:Dok Pribadi)

Muara Teweh, Batarasatu - Petani di wilayah Trinsing Kiri Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara saat ini menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk mengairi tanaman padi akibat kemarau yang telah berlangsung kurang lebih dua bulan. Kondisi semakin parah setelah aliran air dari DAM atau Bendungan Trinsing tidak lagi mengalir ke saluran primer induk, sehingga saluran sekunder dan tersier ikut mengalami kekeringan.

Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, mengatakan dirinya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari pengurus Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya Trinsing Kiri. Peninjauan dilakukan pada Kamis (20/8/2026), usai mengikuti Rapat Paripurna II Masa Sidang III.

“Setelah mendapat laporan tadi malam dari pengurus kelompok tani Maju Jaya Trinsing Kiri, saya langsung turun ke lapangan. Setelah melihat kondisi di lapangan, ternyata benar tanaman padi mereka mengalami kekeringan akibat kemarau yang sudah berlangsung kurang lebih dua bulan,” kata Ardianto saat melakukan peninjauan lokasi.

Menurutnya, selama dua hari terakhir petani berupaya mengambil air dari parit galian jalan hauling batubara Km 6 untuk memenuhi kebutuhan pengairan. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan air bagi seluruh petakan sawah.

Melihat kondisi tersebut, Ardianto kemudian menghubungi pihak pimpinan PT BIMA untuk meminta bantuan pengisian air ke saluran tersier sebagai langkah sementara menghadapi kekeringan. Bantuan dilakukan dengan menggunakan unit WT penyiraman milik perusahaan.

“Alhamdulillah, pihak pimpinan PT BIMA merespons cepat permintaan kita untuk membantu para petani yang ada di Trinsing Kiri,” ujarnya.

Ardianto juga meminta Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pertanian segera mengambil kebijakan dan melakukan langkah konkret untuk membangun sumur bor di sejumlah lokasi pertanian yang terdampak kekeringan.

Ia menyebut kondisi serupa juga perlu mendapat perhatian di sejumlah wilayah lainnya, seperti Trinsing Kiri, Trinsing Kanan, dan Trahean, terutama ketika air dari dam tidak mampu mengalir ke saluran primer, sekunder hingga tersier.

“Pembangunan sumur bor ini penting karena sangat dibutuhkan oleh para petani. Pertama, untuk mengairi tanaman padi dan menyiram tanaman sayuran,” jelas Ardianto

Ardianto berharap pemerintah daerah dapat segera merespons kondisi tersebut agar tanaman pertanian masyarakat tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air.(BT2)

 

 

BATARASATU

Jl. Laksamana Agung No. 12 a 0811540000, Barito Utara Kal-Teng

© Batara Satu. All Rights Reserved. Designed by Smart Media