Minggu, 13-Sep-2026 : 01-59-10
Barito Utara / 20-08-2026, Jam 12:07:10

Tanamkan Kejujuran Sejak Dini, DPRD Barito Utara Apresiasi Sosialisasi Kemetrologian

Patih Herman AB

Muara Teweh, Batarasatu – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, mengapresiasi langkah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Barito Utara yang menggelar sosialisasi kemetrologian bagi siswa SMPN 2 Muara Teweh, Rabu (19/8/2026).

Menurut Patih Herman AB, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang penting karena memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai metrologi legal, khususnya terkait penggunaan alat ukur dalam aktivitas perdagangan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi kemetrologian yang dilakukan Disdagrin Barito Utara. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang pentingnya ketepatan alat ukur dalam perdagangan,” ujar Patih Herman AB.

Ia menilai, pengenalan metrologi legal kepada siswa tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai alat ukur, tetapi juga dapat menjadi sarana menanamkan nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.

Patih mengatakan, ketepatan pengukuran sangat berkaitan dengan perlindungan konsumen dan terciptanya transaksi yang adil antara penjual dan pembeli. Karena itu, pemahaman tersebut perlu ditanamkan sejak usia sekolah.

“Anak-anak ini nantinya akan menjadi bagian dari masyarakat dan dunia usaha. Kalau sejak dini sudah memahami pentingnya kejujuran dalam pengukuran dan perdagangan, tentu akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat ke depan,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Barito Utara. Dengan demikian, pemahaman mengenai metrologi legal tidak hanya diketahui oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh masyarakat sebagai konsumen.

Menurutnya, sosialisasi juga dapat menjadi upaya mendukung terwujudnya daerah tertib ukur di Barito Utara. Masyarakat diharapkan semakin kritis dan memahami haknya dalam memperoleh barang sesuai ukuran atau takaran yang sebenarnya.

“Edukasi seperti ini jangan berhenti di satu sekolah saja. Kalau memungkinkan, sosialisasi dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah lain sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami metrologi legal,” ungkapnya.

Patih Herman AB juga mengajak para siswa yang mengikuti kegiatan untuk menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua dan keluarga, sehingga manfaat sosialisasi dapat menjangkau lingkungan masyarakat secara lebih luas.

“Kita berharap para siswa menjadi penyambung informasi di lingkungan keluarga masing-masing. Dengan begitu, budaya jujur dalam pengukuran dan perdagangan dapat tumbuh sejak dini,” pungkasnya.(BT2)

 

 

© Batara Satu. All Rights Reserved. Designed by Smart Media